Langsung ke konten utama

Terkabulnya Do’a Rasulullah SAW dan Terpilihnya Umar bin khattab dari pada Abu Jahal


Terkabulnya Do’a Rasulullah SAW dan Terpilihnya Umar bin khattab dari pada Abu Jahal

Di masa awal dakwah di Makkah, umat Muslim berada dalam posisi yang sangat lemah dan terus ditekan. Di tengah tekanan tersebut, Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT dengan sebuah doa yang sangat masyhur:

"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling Engkau cintai: Umar bin Khattab atau Abu Jahal (Amr bin Hisyam)."

Kedua tokoh ini dipilih karena keduanya memiliki pengaruh, kekuatan, dan ketegasan yang luar biasa di kalangan kaum Quraisy. Namun, Allah Sang Maha Mengetahui melihat apa yang ada di dalam hati hamba-Nya.

Terkabulnya doa ini terwujud melalui peristiwa masuk Islamnya Umar bin Khattab yang sangat dramatis. Berbeda dengan Abu Jahal yang hatinya telah tertutup oleh kesombongan dan kebencian, Umar—meskipun awalnya sangat keras menentang Islam—memiliki kejujuran dalam mencari kebenaran. Cahaya hidayah menyentuh hatinya saat ia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an (Surah Thaha) di rumah adiknya, Fatimah.

Seketika setelah Umar bersyahadat, atmosfer di Makkah berubah total. Jika sebelumnya umat Muslim beribadah secara sembunyi-sembunyi karena takut, Umar dengan keberaniannya mengajak Rasulullah dan para sahabat untuk berparade dan shalat secara terang-terangan di depan Ka'bah. Inilah bukti nyata bagaimana Islam "dimuliakan" melalui sosok Umar.

Terpilihnya Umar adalah bentuk validasi bahwa kekuatan (power) jika dibimbing oleh iman akan menjadi rahmat, sedangkan jika dibimbing oleh keangkuhan (seperti Abu Jahal) akan menjadi kehancuran. Abu Jahal tetap pada kekafirannya hingga akhir hayatnya di Perang Badar, sementara Umar menjadi "Al-Faruq" (pembeda antara yang hak dan yang batil).

Komentar