Langsung ke konten utama

Bocah Jenius Pencuri Bitcoin Rp. 5 Triliun!

Bocah Jenius Pencuri Bitcoin Rp5 Triliun!
Bocah Jenius Pencuri Bitcoin Rp5 Triliun!

Dunia kripto diguncang oleh aksi pencurian fantastis yang dilakukan oleh pemuda bernama Malone Lam yang baru berusia 20 tahun. Lam disebut-sebut sebagai otak di balik pencurian Bitcoin senilai Rp5 triliun, sebuah angka yang luar biasa besar untuk seseorang di usianya. Namun, sepandai-pandainya melompat, Lam akhirnya berhasil diringkus oleh otoritas Amerika Serikat bersama 16 orang lainnya yang terlibat.

Penyelidikan mengungkap bahwa Lam menggunakan teknik canggih untuk membobol aset digital dan mencuci uangnya melalui berbagai platform global. Jaksa penuntut pun memberikan dakwaan berlapis, termasuk konspirasi penipuan dan pencucian uang yang bisa membuatnya mendekam di penjara dalam waktu yang sangat lama. Selain hukuman penjara, seluruh asetnya juga disita dan dia terancam denda jutaan dollar serta deportasi.

Kisah Lam ini jadi pengingat betapa rentannya keamanan aset digital jika tidak dikelola dengan benar. Meskipun Lam dianggap jenius dalam hal teknologi, sayangnya kemampuannya malah digunakan untuk tindakan kriminal yang merugikan banyak orang. Netizen pun banyak yang menyayangkan bakatnya yang harus berakhir di balik jeruji besi di usia yang masih sangat muda.

Buset, 20 tahun udah bisa bobol Rp5 triliun, bayangin kalau kemampuannya dipake buat hal positif ya gaes! Tetep waspada ya buat lo semua yang punya aset kripto, jangan lupa aktifkan keamanan ekstra. Kejahatan digital itu nyata dan pelakunya bisa siapa aja, termasuk anak muda yang kelihatan polos!


Pada 1998, Karl Bushby membuat sebuah taruhan nekat: berjalan kaki dari ujung selatan Amerika Selatan hingga pulang ke Inggris. Perjalanan yang ia kira akan selesai dalam 12 tahun itu justru berubah menjadi misi hidup selama 27 tahun.
Selama itu, Bushby telah menempuh sekitar 31.000 mil melintasi empat benua dan 25 negara, melewati gurun, pegunungan, zona konflik, hingga menyeberangi Selat Bering dengan berjalan di atas es laut yang terus bergerak.

Bushby menjalani perjalanannya dengan dua aturan yang tak pernah ia langgar: tanpa transportasi bermotor, dan tak boleh pulang sebelum benar-benar tiba dengan kaki sendiri. Ketika Rusia melarangnya masuk selama lima tahun pada 2013, ia berjalan lebih dari 3.000 mil menuju Kedutaan Besar Rusia di Washington DC untuk mengajukan banding-dan berhasil.
Pada 2024, saat jalur darat menuju Eropa tertutup karena Iran dan Rusia, ia memilih berenang menyeberangi Laut Kaspia selama 31 hari sejauh 288 kilometer, meski ia bukan perenang.

Kini, di usia 56 tahun, Bushby berada di Hungaria, hanya sekitar 932 mil dari kampung halamannya di Hull, Inggris. la memulai perjalanan ini saat berusia 29 tahun dan diperkirakan akan menyelesaikannya pada September 2026. Pelajaran terbesar yang ia petik sederhana namun kuat: dunia akan membantu mereka yang terus melangkah-satu langkah di depan langkah lain, selama 27 tahun, hampir sampai rumah.
Pada 1998, Karl Bushby membuat sebuah taruhan nekat: berjalan kaki dari ujung selatan Amerika Selatan hingga pulang ke Inggris. Perjalanan yang ia kira akan selesai dalam 12 tahun itu justru berubah menjadi misi hidup selama 27 tahun.
Selama itu, Bushby telah menempuh sekitar 31.000 mil melintasi empat benua dan 25 negara, melewati gurun, pegunungan, zona konflik, hingga menyeberangi Selat Bering dengan berjalan di atas es laut yang terus bergerak.

Bushby menjalani perjalanannya dengan dua aturan yang tak pernah ia langgar: tanpa transportasi bermotor, dan tak boleh pulang sebelum benar-benar tiba dengan kaki sendiri. Ketika Rusia melarangnya masuk selama lima tahun pada 2013, ia berjalan lebih dari 3.000 mil menuju Kedutaan Besar Rusia di Washington DC untuk mengajukan banding-dan berhasil.
Pada 2024, saat jalur darat menuju Eropa tertutup karena Iran dan Rusia, ia memilih berenang menyeberangi Laut Kaspia selama 31 hari sejauh 288 kilometer, meski ia bukan perenang.

Kini, di usia 56 tahun, Bushby berada di Hungaria, hanya sekitar 932 mil dari kampung halamannya di Hull, Inggris. la memulai perjalanan ini saat berusia 29 tahun dan diperkirakan akan menyelesaikannya pada September 2026. Pelajaran terbesar yang ia petik sederhana namun kuat: dunia akan membantu mereka yang terus melangkah-satu langkah di depan langkah lain, selama 27 tahun, hampir sampai rumah.

Komentar