Langsung ke konten utama

Alquran dan Sains: Tulang Manusia Tak Akan Hancur


Alquran dan Sains: Tulang Manusia Tak Akan Hancur

Menurut riwayat dari Muslim, "Ada bagian tulang dalam tubuh manusia yang Bumi tidak akan pernah hancur dan darinya tubuh yang yang baru akan dibentuk kembali (pada hari kiamat). Mereka berkata, Wahai Rasulullah, tulang apa itu?" Kemudian beliau bersabda, "Tulang ekor"

Dalam salah satu ayat Alquran, Allah berfirman mengenai tulang-belulang. "Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh? Katakanlah: "la akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk," Surat Ya Sin Ayat 78-79.

Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' menjelaskan, para ahli embriologi membuktikan bahwa tubuh manusia diciptakan dari untai sangat halus, disebut untai primer.

Untai ini dibuat dengan kehendak Allah Yang Mahakuasa pada hari ke-15 setelah pembuahan sel telur dan implantasi pada dinding rahim, ketika untai ini terbentuk, semua organ embrio pun mulai terbentuk, terutama sistem saraf, bagian awal tulang belakang, kemudian seluruh bagian tubuh.

Allah telah memberikan untai ini kemampuan untuk merangsang sel untuk mulai membagi, membedakan satu sama lain, dan memiliki karakteristik khusus. Hal ini juga membantu membentuk jaringan dan organ khusus secara sempurna, yang saling melengkapi dan bekerja sama untuk melakukan semua fungsi tubuh.

Untai primer tersebut akan terurai (setelah manusia mati), kecuali sebagian kecil (asal tulang ekor) yang tersisa dari tulang belakang. Inilah yang disebut 'Ajbu Ath-Thanab' dalam hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Ketika manusia meninggal, seluruh tubuh terurai kecuali bagian ini, darinya manusia akan diciptakan kembali persis seperti tanaman berkecambah dari benih. Proses ini akan berlangsung saat kiamat.

Sekelompok ilmuwan telah membuktikan di beberapa laboratorium bahwa tidak mungkin untuk bagian akhir dari tulang ekor tersebut bisa dihancurkan sepenuhnya.


Indonesia bukan hanya negara kepulauan, tetapi negara dengan sistem pengelolaan perikanan laut terbesar dan terstruktur di dunia. 

Melalui WPPNRI (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia), laut Indonesia dibagi menjadi 11 wilayah pengelolaan, masing-masing dengan karakter arus, ekosistem, dan potensi ikan yang berbeda.

Wilayah WPPNRI 718 (Laut Arafura dan sekitarnya) tercatat sebagai yang terluas, dengan potensi perikanan mencapai lebih dari 2,6 juta ton per tahun, menjadikannya salah satu lumbung ikan terbesar Indonesia. 

Sementara itu, WPPNRI 712 dan 573 di perairan Jawa dan Samudra Hindia selatan juga menyimpan potensi besar yang menopang industri perikanan nasional.

Pembagian WPPNRI bukan sekadar peta—ini adalah alat pengendali eksploitasi laut, agar penangkapan ikan tetap berkelanjutan, mencegah overfishing, dan menjaga keseimbangan ekosistem laut. 

Setiap garis batas kuning di peta ini menandai strategi negara dalam melindungi sumber daya laut untuk generasi mendatang.

🌊 Fakta pentingnya:
Lebih dari 90% produksi ikan tangkap Indonesia berasal dari wilayah-wilayah WPPNRI ini—menjadikannya tulang punggung pangan, ekonomi pesisir, dan ketahanan laut nasional.

#info #fakta #unik #LautIndonesia #PerikananIndonesia #MaritimIndonesia
Indonesia bukan hanya negara kepulauan, tetapi negara dengan sistem pengelolaan perikanan laut terbesar dan terstruktur di dunia.

Melalui WPPNRI (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia), laut Indonesia dibagi menjadi 11 wilayah pengelolaan, masing-masing dengan karakter arus, ekosistem, dan potensi ikan yang berbeda.

Wilayah WPPNRI 718 (Laut Arafura dan sekitarnya) tercatat sebagai yang terluas, dengan potensi perikanan mencapai lebih dari 2,6 juta ton per tahun, menjadikannya salah satu lumbung ikan terbesar Indonesia.

Sementara itu, WPPNRI 712 dan 573 di perairan Jawa dan Samudra Hindia selatan juga menyimpan potensi besar yang menopang industri perikanan nasional.

Pembagian WPPNRI bukan sekadar peta—ini adalah alat pengendali eksploitasi laut, agar penangkapan ikan tetap berkelanjutan, mencegah overfishing, dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Setiap garis batas kuning di peta ini menandai strategi negara dalam melindungi sumber daya laut untuk generasi mendatang.

🌊 Fakta pentingnya:
Lebih dari 90% produksi ikan tangkap Indonesia berasal dari wilayah-wilayah WPPNRI ini—menjadikannya tulang punggung pangan, ekonomi pesisir, dan ketahanan laut nasional.

#info #fakta #unik #LautIndonesia #PerikananIndonesia #MaritimIndonesia

Komentar